Showing posts with label Berita Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Berita Kesehatan. Show all posts

Balas Dendam, Wanita Turunkan Berat Badan 40 Kg Lalu Ceraikan Suami

 Foto: dok. Instagram
Jakarta - Wanita asal Korea Selatan bernama Park Jee Won membagikan kisah dietnya. Setelah berhasil turunkan berat badan 40 Kg dia menceraikan suaminya. Sakit hatinya pada sang suami yang mendasari perceraian tersebut.

Park melahirkan putrinya di 2014. Berat badannya menjadi naik drastis karena dia mengalami postpartum depresi. Keadaan yang buruk karena Park tidak mendapatkan dukungan dari suami.

Sang suami bahkan terang-terangan mengatakan tidak lagi menyukai karena berat badan. Pada saat itu, Park semakin stres dan berat badannya semakin melonjak.
Balas Dendam, Wanita Turunkan Berat Badan 40 Kg Lalu Ceraikan Suami 
Hingga akhirnya Park mencoba menurunkan berat badan. Dia berhenti makan nasi, olahraga dan makan dalam porsi yang kecil.

Dalam 10 bulan, Park berhasil menurunkan berat badannya. Dari berbobot 86 kg menjadi 46 kg. Park langsing secara drastis, dan penampilannya kembali seperti remaja.

Setelah berhasil mendapatkan berat badan, Park menceraikan sang suami. Ini menjadi bagian dari balas dendam Park atas sikap suami yang terlihat jijik padanya saat tubuhnya gemuk.

Kini, Park menjadi bintang Instagram. Dia kerap membagikan foto transformasi before-after, tips diet dan resep makanan sehat. Wanita yang kini mirip bintang K-Pop itu telah memiliki 73 ribu followers.
Share:

Capai Usia 107 Tahun, Kakek Ini Ungkap Rahasia Umur Panjangnya

Foto: Istimewa
Jakarta - Seorang kakek berusia 107 tahun mengungkapkan rahasia umur panjangnya. Sekali seminggu ia selalu menikmati makanan enak ini.

Kakek tersebut bernama John Tinniswood, pria tertua kesembilan di Inggris yang mengalami masa dua Perang Dunia. Hingga saat ini beliau masih sehat, bahkan masih mengelola semua keuangannya sendiri dan membaca koran setiap hari.

Seperti dilansir dari Mirror (14/10), John mengaku rahasia panjang umurnya adalah karena fish and chips, ikan goreng tepung dan kentang goreng yang ia selalu makan setiap hari Jumat. Ia bahkan berterima kasih atas makanan tersebut. Mantan petugas depot Shell-Mex dan BP itu merayakan ulang tahunnya yang ke 107 tahun pada Agustus lalu di Hollies Rest Home di Southport, Merseyside, tempat dimana chef menyajikan makanan favoritnya setiap hari Jumat dan ia menikmatinya di pinggir pantai.
Capai Usia 107 Tahun, Kakek Ini Ungkap Rahasia Umur Panjangnya John mengatakan, "Ikan dan kentang goreng harus menjadi hidangan favorit saya, itu selalu menjadi suguhan, dan saya pikir akan selalu menantikan kunjungan berikutnya untuk chippy, itu membuat saya tetap muda." Ia juga menambahkan, "Saya merasakan hal yang sama seperti ketika saya berusia 80-an. Tidak ada yang bener-benar berubah.

 John juga menceritakan bagaimana saat dirinya muda mendatangi restoran favoritnya yang bernama The Swan di musim dingin. Ia masih ingat betul aroma ikan yang memenuhi restoran tersebut. Namun John tidak pernah merasa terganggu akan aroma yang dihasilkan oleh ikan. Ia malah menikmatinya.

Saat ini John tinggal di panti jompo. Ia mengatakan kalau dirinya adalah bukan tipe yang pemilih dalam makanan. Menurut perawat yang mengurusnya, ia akan memakan apapun dan tidak akan meninggalkan makanan sedikitpun pada piringnya.

Kakek John dulunya saat Perang Dunia Kedua berlangsung, bekerja sebagai staf administrasi dengan menggunakan royalmail karena ia memiliki masalah penglihatan. Beliau juga menceritakan kalau bertemu dengan mendiang istrinya saat pesta dansa di Liverpool, lalu memutuskan menikah pada tahun 1942 dan memiliki anak pertama mereka setahun kemudian.

Kakek John adalah penghuni tertua di Hollies Rest Home. Saat beliau ulang tahun staf merayakan ulang tahunnya dengan mengadakan pesta BBQ dan mengejutkannya dengan memberikannya edisi asli surat kabar The Times sejak ia dilahirkan.
Capai Usia 107 Tahun, Kakek Ini Ungkap Rahasia Umur Panjangnya
 Helen Eslick seorang pemilik dari Hollies Rest Home mengatakan, "Kami tidak percaya betapa independennya beliau, ia akan turun setiap bulan untuk membayar tagihannya sendiri dan akan kembali ke kamarnya sendiri dengan kwitansi. Setiap pagi beliau bangun sendiri dan membaca koran, beliau juga berbicara kepada kami tentang apa yang terjadi dengan Brexit dan waktunya bekerja di Shell-Mex. Dia setajam pisau bahkan pada usia 107, kami sangat beruntung memilikinya di rumah."

















 
Share:

Kata Peneliti Soal Tantangan Riset Ganja Medis di Indonesia

Bagaimana dengan ganja di Indonesia? Foto: Getty Images/AFP
Jakarta - Malaysia dikabarkan akan memberi izin khusus sehingga warganya bisa menanam ganja untuk keperluan pengobatan. Hal ini membuat Malaysia bisa jadi negara kedua di Asia Tenggara yang melegalkan ganja setelah Thailand.

Sementara itu di Indonesia kondisi penelitian ganja sebagai tanaman obat masih belum berkembang pesat. Menurut dr Danang Ardiyanto dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) alasannya karena masih ada alternatif tumbuhan herba lain yang lebih minim risiko daripada ganja.

Beberapa studi memang melihat ganja bisa memiliki manfaat untuk penyakit tertentu, namun juga menyimpan efek samping tidak kalah berbahaya.

"Kita mempertimbangkan risk-benefitnya. Risk masih lebih besar daripada benefitnya," kata dr Danang.

Selain masalah efek samping, dr Danang mengatakan tantangan utama yang membuat penelitian ganja belum berkembang di Indonesia adalah potensi penyalahgunaannya. Ada kemungkinan ganja medis disalahgunakan bila sampai banyak tersedia.

"Permasalahan yang utama adalah pada sulitnya pengendalian dan pengawasan. Penyalahgunaan banyak terjadi karena ganja tersedia di pasar gelap atau bawah tangan," papar dr Danang.

"Ada undang-undangnya saja sangat sulit dikendalikan," pungkasnya.

Di Indonesia ganja merupakan narkotik golongan 1 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati bagi yang menyalahgunakan.


Regulasi ganja di berbagai negara. 
Share:

Negara-negara yang Legalkan Ganja Medis, Malaysia Menyusul?

Tanaman ganja yang jadi kontroversi. Foto: Rafael Marchante/Reuters
Jakarta - Ganja, terutama di Indonesia, merupakan narkotika golongan 1 yang sangat dibatasi pemakaiannya dengan ancaman hukuman mati bagi yang melanggar. Bahkan larangan juga berlaku bagi pemakaian untuk tujuan pengobatan.

Di belahan bumi yang lain, sejumlah negara telah melegalkan ganja untuk kepentingan terapi kesehatan. Ada pula yang bahkan melegalkan pemakaiannya untuk rekreasional

merangkum beberapa negara dengan regulasi terkait ganja.

1. Kanada
Negara Kanada sudah melegalkan ganja, baik untuk medis atau tujuan rekreasional sejak tahun 2018. Penanamannya pun tak dilarang, asal mengantongi izin atau lisensi. Namun, Kanada masih melarang promosi ganja.

2. Amerika Serikat
Tidak semua negara bagian di AS melegalkan penggunaan ganja. Dengan kewenangan di masing-masing negara bagian, beberapa mengizinkan pemakaian ganja medis untuk pengobatan, namun ada pula yang mengatur dengan sangat ketat, dan ada yang melarangnya.

3. Belanda
Negara ini disebut sebagai 'surga' bagi penikmat ganja dan produk turunannya, termasuk ganja dengan tujuan rekreasional. Ganja mudah ditemukan di 'coffeeshop' dalam berbagai bentuk. Ada yang diisap ada pula yang diolah sebagai kue. Aturannya, mengkonsumsi ganja tidak diperbolehkan di tempat umum. Menanamnya juga masih ilegal. 


. Thailand
Negeri Gajah Putih ini menjadi negara yang pertama di Asia Tenggara yang melegalkan pemakaian ganja medis untuk kepentingan pengobatan dan ilmu pengetahuan. Dimulai pada 2018, kebijakan tersebut disebut sebagai kado tahun baru bagi pasien yang membutuhkan obat alternatif penghilang rasa sakit.

5. Jamaika
Meski image ganja dan reggae melekat pada negara ini, nyatanya ganja baru dilegalkan pada 2015. Kepemilikan ganja masih diperbolehkan, asal dalam masih dalam jumlah yang sedikit.

6. Malaysia
Negara yang bertetangga dengan Indonesia tersebut berencana akan melegalkan penanaman ganja untuk keperluan medis. Penanaman bakal diperbolehkan asal mengantongi izin resmi dari Kementerian Kesehatan Malaysia dan dengan tujuan untuk pengobatan atau penelitian. Direktur Jenderal Badan Anti Narkoba Nasional Malaysia, Datuk Seri Zulkifli Abdullah juga mengatakan ada ruang dalam Undang-undang Obat-obatan Berbahaya untuk penanaman ganja medis dengan ketentuan sudah mempunyai izin. 
Share:

Sama-sama Dipidana karena Ganja, Ini Beda Kasus di Malaysia Vs Indonesia

Budidaya ganja untuk kesehatan di kolombia. (Foto: Reuters)
Jakarta - Tanaman ganja atau Cannabis sativa mulai dipertimbangkan penggunaannya untuk medis di negara tetangga, Malaysia. Rencana ini mencuat setelah Direktur Jenderal Badan Anti Narkoba Nasional Malaysia, Datuk Seri Zulkifli Abdullah, melihat adanya keberhasilan orang Malaysia yang memproduksi minyak ganja untuk keperluan medis di luar negeri.

Terlebih adanya desakan dari masyarakat Malaysia setelah kasus Muhammad Lukman Bin Mohamad, seorang dokter, yang dipidana setelah ketahuan menanam ganja yang ia gunakan untuk mengobati lebih dari 800 orang. Kasus yang hampir serupa juga pernah menimpa Fidelis Ari Sudarwoto, seorang pria di Kalimantan Barat, yang dipidana juga karena menanam ganja untuk mengobati istrinya.

Melihat hal tersebut, Direktur Yayasan Sativa Nusantara, Inang Winarso, menyebut undang-undang yang mengatur tentang narkotika harus diubah dengan dasar kajian, terutama yang berbentuk tanaman. Terlebih, menurutnya, sudah banyak kajian ilmiah di luar negeri yang memperlihatkan manfaat ganja untuk pengobatan

Tadi tanaman yang disebut dalam golongan I itu harus dilihat secara manfaat dulu. Kalau memang ada manfaatnya dan terbatas untuk pengobatan, ya itu yang diperbolehkan," katanya.

Di Indonesia, ganja merupakan jenis narkotika golongan I yang diatur dalam Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka yang melakukan perbuatan menanam, memiliki, menyimpan, dan menggunakan ganja terancam bui maksimal seumur hidup dan hukuman terberat bagi terpidana adalah hukuman mati.
 

Sebenarnya dalam Pasal 7 UU 35 tahun 2009, penggunaan narkotika diperbolehkan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun pada tahun 2017 lalu, pria asal Kalbar, Fidelis Ari Sudarwoto, dipidana setelah ketahuan menanam ganja yang ia lakukan untuk pengobatan sang istri.

Menurut Inang, yang dilakukan Fidelis memang hanya sebatas mengandalkan ilmu pengetahuan umum dan informasi yang ia dapatkan dari internet atas dasar desakan istrinya yang kala itu sedang sakit.

"Jadi hanya didorong niat baik dan keprihatinan pada istrinya. Kalau Fidelis itu seorang peneliti, akan lain ceritanya. Jadi misal kalau dia peneliti dan dia mencoba menerapkannya ke istrinya dengan dasar riset yang ia lakukan, mungkin akan berbeda. Bisa jadi akan sama dengan yang Malaysia itu," sebutnya.

Untuk itu Inang berharap undang-undang yang mengatur tentang narkotika khususnya Golongan I untuk di review kembali. Di revisi berdasarkan pemanfaatan ganja untuk medis dan bahan baku obat-obatan.

"UU-nya sudah 10 tahun, sudah saatnya di review kembali. Mana yang kira-kira membatasi akses untuk pengobatan, itu jangan dilarang karena kita membutuhkan betul bahan baku obat yang dari alam," pungkasnya.

Sama-sama Dipidana karena Ganja, Ini Beda Kasus di Malaysia Vs Indonesia 
Share:

Gegara Usia, Paspor Pria Ini Bikin Petugas Bandara Tercengang

Bikin Heboh, Pria Asal India Ini Berusia 123 Tahun
Abu Dhabi - Seorang laki-laki asal India membuat terkejut staf bandara Abu Dhabi saat menunjukkan paspornya. Data di paspor menunjukkan dirinya berusia 123 tahun!

Jika data yang tertera dalam paspor benar, maka lelaki bernamaSwamiSivananda ini menjadi orang tertua di dunia. Pemeriksaan paspor itu terjadi saat ia transit diAbuDhabi dalam perjalanan dari London untuk kembalikeKolkata.

Dilansir news.com.au, paspor lelaki ini menunjukkan bahwa dia lahir tanggal 8 Agustus 1896. Dia mengaku telah mencoba memastikan umurnya dikonfirmasi oleh Guiness Book Of World Records selama tiga tahun tapi belum membuahkan hasil, karena satu-satunya catatan tanggal lahirnya hanya berdasarkan arsip kuil hindu.

Dulu, Sivananda kehilangan kedua orangtuanya saat masih berusia 6 tahun, lalu dia diserahkan kepada seorang guru spiritual yang juga melakukan perjalanan mengelilingi India bersamanya. Meskipun mengklaim dirinya berusia 123 tahun, Sivananda terlihat jauh lebih muda. Mungkin itu berhubungan dengan pengakuannya yang sering melakukan yoga dan hidup disiplin.
 
"Saya menjalani kehidupan saya dengan sederhana dan disiplin. Saya makan sangat sederhana, hanya makanan yang direbus tanpa minyak atau rempah-rempah, nasi, daal rebus dan beberapa cabai hijau," kata Sivananda.

Dia juga mengatakan menghindari minum susu dan buah karena dia merasa makanan itu mahal. Kebiasaan ini mulai dilakukannya sejak kecil

"Saya menghindari susu atau buah, karena saya merasa ini adalah makanan yang mahal. Saat masih kecil, saya tidur beberapa hari dengan perut kosong," kata Sivananda

Pria dengan tinggi badan 157 cm ini terlihat fit dan sehat. Dia hidup mandiri, bahkan berpergian naik kereta seorang diri. "Disiplin adalah hal yang paling penting dalam kehidupan. Seseorang dapat menaklukkan apapun dengan disiplin dalam kebiasaan mengkonsumsi makanan, olah raga dan hasrat seksual," ucapnya.

 
Share:

Popular Posts

infoprediksi816agent.blogspot.com

www.816win.com

infoprediksi816agent.blogspot.com

www.816agent.com