Showing posts with label Berita Bulu tangkis. Show all posts
Showing posts with label Berita Bulu tangkis. Show all posts

Praveen/Melati Absen di Macau Open, Saatnya Hafiz/Gloria Unjuk Gigi

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja jadi andalan Indonesia di Macau Open 2019 (Foto: dok. Humas PBSI) Jakarta - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti tidak turun di Macau Open 2019. Target di sektor ganda campuran pun jadi tanggung jawab Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Setelah juara di Denmark Terbuka dan Prancis terbuka, Praveen/Melati menarik diri dari Macau Open 2019. Mereka mundur karena Melati sakit.

Sektor ganda campuran pun hanya mengirimkan dua wakil di turnamen tersebut. Hafiz/Gloria yang merupakan ganda campuran peringkat sembilan dunia itu pun diharapkan bisa dapat hasil maksimal.

"Sebenarnya sebelum Praveen/Melati juara ini kan mereka (Hafiz/Gloria) yang pertama diunggulkan. Jadi seharusnya tidak ada pengaruh," kata pelatih ganda campuran Richard Mainaky Selasa (29/10/2019).

"Itu sudah salah satu tanggung jawab mereka. Dua pasang ini kalau salah satu tak ada, satu pasang lain harus tanggung jawab. Sama seperti dulu ada Tontowi/Liliyana, Praveen/Debby yang tanggung jawab. Sekarang begitu."

Meski menjadi salah satu pasangan yang diandalkan, prestasi Hafiz/Gloria masih inkonsisten. Di tiga turnamen terakhir, mereka kandas di babak kedua.

"Ya, kalau kita lihat khususnya Hafiz/Gloria memang perlu latihan lebih keras, lebih tahan, dan lebih kekuatan fisik. Untuk itu, mereka harus sangat siap, itu evaluasi saya. Makanya, nanti mereka pulang nanti saya akan evaluasi dan mereka harus lebih giat, serta kerja keras lagi untuk matangkan pola mereka," ujar Richard.
Share:

Usai Juara Denmark dan French Open, Praveen/Melati Mundur dari Macau Open

(ANTARA FOTO) Jakarta - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memutuskan mundur dari turnamen Macau Open 2019 setelah juara di Denmark dan French Open. Melati sakit.

Praveen/Melati menutup tur Eropa dengan memborong dua gelar juara, yaitu Denmark Open dan France Open 2019. Gelar juara itu, apalagi dengan back to back, cukup mengejutkan karena mematahkan anggapan langganan runner-up, selain itu Praveen baru saja diganjar Surat peringatan (SP) 2 karena indisipliner.

Di partai final Denmark Open, ganda peringkat lima dunia ini mengalahkan unggulan dua Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping di partai final 21-18, 18-21, dan 21-19.

Kemudian, di final French Open, Praveen/Melati berhasil menundukkan pasangan nomor satu dunia Zheng Siwei/Huang Ya Qiong dalam pertandingan rubber game 22-24, 21-16, 21-12.

Usai mengemas dua gelar, Praveen/Melati seharusnya melanjutkan turnamen di Macau Open. Pada turnamen BWF World Tour 300 itu 29 Oktober-3 November itu mereka seharusnya menghadapi ganda Taiwan Lin Yong Sheng/Lin Wan Ching di babak pertama. Namun diputuskan mundur karena kondisi Melati yang tidak bugar.


"Kami putuskan mundur karena kondisi Melati itu agak terganggu," kata pelatih kepala ganda campuran, Richard Mainaky"Kalau lihat di final French Open kemarin terlihat Melati ada batuk-batuk kecil. Nah, ternyata penyakit itu sudah dia alami sejak semifinal Denmark. Saya sempat bilang ke asisten saya, Nova Widiyanto untuk mengecek kondisi Melati, kalau memang tidak bisa jangan dipaksa, tapi ternyata bertahan sampai final Prancis," dia menjelaskan.Richard menjelaskan khawatir jika tetap memaksa turun di Macau Open, Melati akan tambah drop. Apalagi ada perubahan cuaca dan suhu yang dirasakan dari Eropa ke Asia."Maka itu, saya tarik dan berangkat lagi nanti kalau sudah sehat. Supaya lebih maksimal nanti di China," katanya.China Open digelar 5 sampai 10 November. Pada turnamen BWF World Tour Super 750 itu, Praveen/Melati akan menghadapi pasangan Jepang Takuro Hoki/Wakanan Nagahara.
Share:

Praveen/Melati, Kalian Itu Jago!

 Foto: Hafidz Mubarak A/aww/Antara
Jakarta - Sukses Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Denmark dan French Open 2019 diapresiasi pelatihnya, Richard Mainaky. Itu bukti mereka jago!

Praveen.Melati akhirnya menggenggam gelar juara setelah menjadi langganan runner-up di turnamen BWF. Mereka menjadi jawara Denmark dan French Open dalam dua pekan beruntun.

Catatan sip lain, gelar juara itu dituai Praveen/Melati dengan mengalahkan ganda campuran nomor satu dunia, Zheng Siwei/Huang Ya Qiong. Di Denmark Open Praveen/Melati menang di semifinal dan menjadi jawara dengan mengalahkan unggulan kedua yang juga dari China, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, di partai final 21-18, 18-21, dan 21-19. Kemudian juga mengandaskan Zheng/Huang di final French Open dalam pertandingan rubber game 22-24, 21-16, 21-12

Gelar juara itu didapatkan Praveen setelah diganjar kartu kuning oleh Richard. Praveen dinilai oindisipliner.

"Saya rasa faktor SP (Surat Peringatan) 2 itu hanya salah satu pemacu saja. Tapi saya lihat dengan adanya satu komitmen atau satu warning dari saya membuat, khususnya Praveen, jadi sadar sekali. Bahwa mereka ternyata mereka punya kemampuan," kata Richard"Jadi sebelum berangkat saya panggil, saya kasih tahu semua. Setelah itu, saya lihat Praveen sangat sadar, menyesal, dan benar-benar mau menunjukkan. Saya tak memaksa, tapi dia punya kemampuan. Ternyata, hal itu bukan kebetulan, mereka bahkan bisa mengalahkan pemain-pemain unggulan satu dua, begitu saat di Prancis," dia menjelaskan.Menurut kakak kandung dari Rexy dan Rionny Mainaky, dengan penampilan Praveen/Melati di dua turnamen Eropa membuktikan bahwa Praveen, khususnya memang punya kemampuan di atas rata-rata. Hal itu yang sebelumnya tak disadari.Tak hanya Praveen, Richard juga menyoroti perubahan yang dialami Melati."Melati mulai ada perubahan. Sepuluh hari sebelum jalan, dia mulai aktif buka komunikasi dengan Praveen di lapangan. Ini satu poin menambah kualitas mereka naik karena mereka sudah aktif, dari bahasa muka sudah lebih menerima dan mengoreksi apa yang dia salah, membuat Praveen nyaman," ujar dia."Belum puaslah dengan dua gelar juara itu. Sebagai pelatih saya mau mereka juara terus. Saya haus atlet saya juara terus, tapi semua itu proses. "Ya, mudah-mudahan ini bisa berlanjut terus," Richard mengharapkan.
Share:

Kevin/Marcus Juara, Indonesia Bawa 2 Gelar dari French Open 2019

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon juara French Open 2019 (Foto: STR / AFP) Paris - Indonesia menambah satu gelar juara dari French Open 2019. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon jadi kampiun usai mengalahkan ganda India.

Kevin/Marcus ditantang Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di babak final French Open. Bertanding di Stade Pierre de Coubertin, Senin (28/10/2019) dini hari WIB, ganda putra nomor satu dunia itu menang dua gim langsung 21-18, 21-16.

Kevin/Marcus dapat perlawanan cukup ketat dari Rankireddy/Shetty. Di gim pertama, wakil India itu sempat mengejar dan menyamakan skor menjadi 16-16. Namun Kevin/Marcus mampu mengatasi dan mengamankan gim pertama.

Laga berjalan lebih ketat di gim kedua. Perolehan poin Kevin/Marcus terus ditempel Rankireddy/Shetty hingga 12-12.

Setelahnya, Kevin/Marcus tak terbendung. Mereka perlahan menjauh dari memenangi pertandingan dalam tempo 35 menit.

Ini jadi gelar ketujuh bagi Kevin/Marcus di sepanjang 2019. Mereka sebelumnya juara di Malaysia Masters, Indonesia Masters, Indonesia Open, Japan Open, China Open, dan Denmark Open.

Dengan demikian, Indonesia membawa pulang dua gelar juara dari French Open 2019. Satu titel lagi dipersembahkan oleh Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Sementara Jonatan Christie harus puas jadi runner-up usai dikalahkan Chen Long.
 
Share:

Dikalahkan Chen Long, Jonatan Gagal Juara French Open 2019

Jonatan Christie dikalahkan Chen Long di final French Open 2019 (Hafidz Mubarak A/aww/Antara) Paris - Indonesia gagal menambah gelar dari nomor tunggal putra French Open 2019. Ini setelah Jonatan Christie takluk dari Chen Long di laga final.

Pada pertandingan yang dihelat di Stade Pierre de Coubertin, Minggu (27/10/2019) malam WIB, Jonatan harus merelakan gelar itu pergi setelah dikalahkan Chen Long lewat dua gim langsung, 19-21 dan 12-21 dalam waktu 51 menit.

Pada gim pertama, Jonatan dan Chen Long terlibat duel ketat sedari awal. Chen Long unggul 11-9 di interval gim pertama ini sebelum dibalik Jonatan dengan keunggulan 15-12.

Tapi, Jonatan kehilangan kendali dan Chen Long mampu menyamakan skor 15-15 lalu 17-17. Chen Long mendapat angin untuk meninggalkan Jonatan di angka 17-19.

Jonatan tak menyerah untuk lantas mengejar ketertinggalan 19-20 sebelum akhirnya Chen Long menang 21-19.Masuk di gim kedua, Jonatan sempat tertinggal di awal sebelum berhasil memaksakan skor 9-9. Chen Long unggul 11-9 di interval gim pertama dan bisa disamakan Jonatan 11-11.Setelah itu, perolehan poin Jonatan mentok di angka 11 dan Chen Long mampu meninggalkan hingga akhirnya menang dengan 21-12. Jonatan pun gagal mendapatkan kemenangan pertama atas Chen Long.Dari tujuh duel sebelumnya Jonatan selalu kalah dan gagal juga menyusul sukses Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, yang sebelumnya jadi juara dengan mengalahkan pasangan nomor satu dunia Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.Satu gelar bisa didapat Indonesia andaikan Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon mengalahkan wakil India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.
Share:

Praveen/Melati Juara French Open 2019

 Foto: WANG Zhao / AFP
Paris - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti keluar sebagai juara turnamen bulutangkis French Open 2019. Mereka mengalahkan pasangan China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.

Dalam pertandingan di Stade Pierre de Coubertin, Minggu (27/10/2019), Praveen/Melati kehilangan gim pertama. Tapi, mereka berhasil memenangi dua gim akhir atas ganda campuran nomor satu dunia itu dengan skor 22-24, 21-16, dan 21-12 dalam tempo 63 menit.

Gim pertama berlangsung ketat. Gim itu usai dengan skor 22-24.

Memasuki gim kedua, Praveen/Melati sempat kesulitan dan tertinggal 8-13. Tapi, mereka bangkit dan berhasil membalikkan keadaan 21-16.

Gim ketiga menjadi milik Praveen/Melati. Mereka menang dengan skor setelah bola pengembalian lawan gagal melewati net.

Gelar juara itu menjadi koleksi kedua Praveen/Melati dalam dua pekan terakhir. Pekan lalu, mereka juara turnamen bulutangkis BWF 750 lainnya, Denmark Open.
Share:

Kalahkan Carolina Marin, Pebulutangkis 17 Tahun dari Korsel Juara French Open

Share:

Praveen/Melati Melaju ke Final French Open 2019

 Praveen Jordan/Melati Daeva Octavianti berhasil lolos ke final French Open 2019 (Foto: ANTARA FOTO/Nafielah - Humas PP PBSI
Paris - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sukses melaju ke final French Open 2019. Mereka mengakhiri perlawanan Chris Adcock/Gabrielle Adcock di semifinal.

Dalam pertandingan di Stade Pierre de Coubertin, Sabtu (26/10/2019), Praveen/Melati berhasil mengalahkan Chris/Gabrielle dua gim 21-19, 21-12. Pasangan Indonesia hanya butuh 35 menit untuk menuntaskan pertandingan ini.

Gim pertama berlangsung sengit dengan kejar mengejar skor terjadi. Praveen/Melati mampu menutup interval gim pertama dengan 11-9

Namun Chris/Gabrielle sukses mengejar ketertinggalan. Pasangan Inggris bahkan sempat berbalik memimpin 15-19.

Tertinggal, Praveen/Melati tampil luar biasa dengan mencetak enam angka berturut-turut. Hal tersebut membuat mereka membalikkan keadaan untuk mengakhiri gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Di awal gim kedua, skor kembali ketat dengan sempat 8-8. Namun, juara Denmark Open ini tetap tenang dan berhasil menguasai keadaan.

Praveen/Melati mulai menjauh dengan memimpin 15-8. Mereka mampu menjaga konsistensi permainan sehingga berhasil menang 21-12.

Di final, Praveen/Melati akan bertemu dengan pasangan nomor satu dunia, Zheng Siwe/Huang Yaqiong. Duel ini merupakan ulangan perempat final Denmark Open pekan lalu. Saat itu, Praveen/Melati mengalahkan pasangan China tersebut lewat pertarungan sengit dengan rubber game 18-21, 21-16, 22-20

Keberhasilan Praveen/Melati melaju ke final membuat Indonesia mengirim tiga wakil di partai puncak French Open 2019. Mereka menyusul Jonatan Christie dan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.
Share:

Dramatis, Jonatan Christie ke Final French Open 2019

Foto: Antara Foto Paris - Jonatan Christie menang dramatis dari Viktor Axelsen. Lewat permainan tiga gim, Jonatan ke final French Open 2019 usai mengalahkan Axelsen, yang terpincang-pincang.

Dalam pertandingan semifinal di Stade Pierre de Coubertin, Sabtu (26/10/2019), Jonatan menang dari Axelsen dengan skor 7-21, 22-20, dan 21-19. Pertandingan ini berlangsung dalam durasi 1 jam 21 menit.

Jonatan tertinggal 1-11 saat interval gim pertama. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu pun pada akhirnya harus menyerah 7-21.

Pria yang akrab disapa Jojo itu mulai main lebih oke di gim kedua. Jonatan sempat mengimbangi Axelsen 3-3 hingga memimpin 11-9.

Axelsen berhasil balik memimpin 13-12 selepas interval gim kedua. Namun, Jonatan tak tinggal diam dengan memberi perlawanan balik ke wakil Denmark itu. Skor terus ketat sampai 15-14 untuk keunggulan Axelsen.

Axelsen kehilangan momentum saat unggul 16-14. Jojo malah bisa membalikkan skor menjadi 18-17.

Permainan semakin sengit pada fase ini. Beberapa kali terjadi rally panjang yang lebih dari 30 pukulan sebelum skor berubah lagi.

Axelsen mampu balik unggul 19-18, namun Jojo mampu mengimbanginya lagi menjadi 19-19 dan balik unggul 20-19. Axelsen mampu memaksakan setting setelah menyamainya menjadi 20-20, tapi Jojo akhirnya mampu merebut gim kedua dengan kemenangan 22-20 untuk memaksakan gim ketiga.

Jonatan sempat memimpin 3-2 di gim ketiga, namun berbalik tertinggal 5-7. Axelsen mampu memperlebar keunggulan menjadi 8-5, meski Jonatan sempat protes karena raket lawan menyentuh net.

Jonatan tampak kehilangan fokus setelah tertinggal 5-10. Selepas interval, Axelsen kembali memperlebar jarak menjadi 18-10.

Jonatan berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 18-19. Hal ini terjadi setelah Axelsen tampil dengan kondisi terpincang-pincang.

Drama terjadi di gim ketiga. Axelsen gagal menambah poin dan Jonatan balik merebut gim ketiga dengan skor 21-19 dan melaju ke final untuk bertemu Chen Long.
Share:

Popular Posts

infoprediksi816agent.blogspot.com

www.816win.com

infoprediksi816agent.blogspot.com

www.816agent.com